Harga Jual / Beli Bitcoin

Cara Simpel Artikel Di Halaman Pertama Tanpa Backlinks

21:35:00 Wahab Saputra 58 Comments

Masih senang dengan traditional SEO? Menanam puluhan, ribuan, bahkan jutaan backlinks....?

Jika ya? Anda tidak salah. Sebab backlinks masih merupakan faktor penting agar artikel kita masuk di halaman pertama.

Tapi tunggu dulu...

Banyaknya kasus de-index, banned, adalah juga karena BACKLINKS dan artike non-original.

Intinya penerapan backlinks yang tidak benar akan mengundang Google untuk menjatuhkan penalti kepada blog Anda.

Cara Mudah Artikel Di Page One Google Tanpa Backlinks


Lalu bagaimana agar artikel muncul di halaman pertama google? Tentunya tanpa backlinks. Apa tanpa backlink ?

Jika Anda tertarik, sediakan waktu untuk membaca terus artikel ini. Buat dulu teh hangat. Atau secangkir kopi untuk menemani.

Jika tidak, sebaiknya langsung tutup. Sebab artikel ini akan memberikan penjelasan rinci.

200 Faktor Google Plus 2

Konon ada 200 faktor yang mempengaruhi posisi artikel Anda di Google...

Pagespeeds, backlinks, usia domain, struktur blog...

Semua faktor tersebut terangkum dalam dua kategori, yakni On Page SEO dan Off Page SEO.

Maka jika ingin menjadi blogger sukses, Anda harus mempertimbangkan 200 faktor tersebut.

Dan di tahun 2015, Google juga memasukan satu faktor lagi yang akan mempengaruhi posisi artikel Anda – mobile friendly.

Maka dari itu, sedapat mungkin ubah template Anda agar responsive.

Dan faktor kesuksesan lain yang tidak dilupakan adalah faktor KETEKUNAN. Hehehe...

Tanpa ketekunan, aktivitas blogging Anda akan sia-sia. Dalam pepatah lama bisa dikatakan “Hidup segan mati tak mau.”

Mari kita lanjutkan...


Apa Yang Kita Pelajari Dari 201 Faktor Tersebut?

Karena begitu banyak faktor untuk memunculkan postingan di halaman pertama, maka...

...ada banyak cara dan kesempatan agar artikel kita – minimal – masuk pejwan.

Jangan ketergantungan pada backlinks.

Banyaknya jumlah backlinks tidak menjamin artikel berada di posisi lebih baik.

Perhatikan gambar di bawah ini. 

Cara Simple Artikel Di Page One Google Tanpa Backlinks


Terlihat jelas, bahwa jumlah backlinks tidak menjamin artikel di urutan paling atas.

Kalau begitu, apa yang bisa saya lakukan?

Jawabannya, “Use your strenght! Gunakan kekuatan Anda!”

Saya berikan beberapa contoh.


Artikel Untuk Google Rankbrain

Jika Anda pandai mengolah kata dan dikombinasikan dengan data valid, maka dua hal tersebut bisa menghasilkan artikel yang luar biasa.

Fokuskan artikel tersebut untuk Rankbrain. Rankbrain merupakan algoritma baru yang diluncurkan Google.

Dalam penjelasan yang singkat, Rankbrain adalah artikel yang disukai pembaca sehingga disukai juga oleh Google.

Karena secara terus menerus Google menyempurnakan mesin pencariannya berdasarkan faktor manusia.

Contohnya?

DURASI WAKTU PEMBACA
Berapa lama pembaca Anda menghabiskan waktu untuk  berteduh di blog Anda? Anda dapat mengeceknya di Google Analytic.

Semakin lama semakin baek!

Bukan “makin cepat makin baek!”

Jika durasi waktu pembaca hanya 1 menit, maka itu masih rata-rata. Sebaiknya tingkatkan hingga 4 atau 5 menit.

Durasi waktu pembaca merupakan sinyal penting bagi rankbrain si Google.

Jika pembaca betah berlama-lama, itu merupakan pertanda bahwa artikel Anda bagus.  Disukai. Dicintai. Dan dirindukan...

Bukankah hal tersebut di dunia nyata?

Saat Anda bercakap-cakap dengan si ganteng atau si cantik, Anda akan betah berlama-lama bersamanya.

Apalagi...

Jika dia bisa menghibur...

...bisa memberikan solusi...

...mempesona...

...jika ditanya memberikan jawaban yang memuaskan...

...selalu update...

Nah, begitu pula dengan artikel Anda.

Poin pentingnya!
Buatlah artikel yang membuat pembaca Anda betah!

Saya tidak akan memberikan cara-caranya secara detil di sini. Namun sebagai gambaran singkatnya, Anda mungkin bisa merangkai kata yang enak dibaca. Atau, memberikan data valid melalui infografik.

Jika ada kesempatan mungkin saya akan membahasnya secara rinci.


Anda bisa membuat artikel semacam itu? Maka itulah yang disebut great content.

Saya pernah mencoba membuat artikel semacam itu. Hanya mengandalkan “durasi” waktu si pembaca.

Tujuannya ingin mengetahui impaknya pada SERP. Apakah artikel tersebut bisa muncul di halaman pertama? Apakah bisa mengalahkan artikel serupa yang sudah ditanami ratusan backlinks?

Jawabannya.... Ya!

Artikel yang sama sekali tanpa backlinks itu bisa menyingkirkan artikel-artikel dari blog lama dengan backlinks.

Apakah itu hanya kebetulan?

Sepertinya tidak.

Karena saya mencoba membuat 2 artikel serupa. Dan 2 artikel inipun bertengger di 3 besar. Semuanya artikel saya.

Kesimpulan: Lamanya Durasi waktu pembaca mengalahkan faktor backlinks.


OUTBOND LINKS
Awal-awal blogging, saya dipusingkan oleh berbagai tetek bengek yang berhubungan dengan makluk bernama SEO.

Yang paling memusingkan saya ada backlinks. Yakni inbound dan outbond backlinks.

Hampir semua mastah menyarankan agar kita membuat inbound backlinks: backlinks dari website lain menuju web milik kita.

Dan parahnya lagi...

Ada yang anti dengan outbond links! “Jangan sampai ada kebocoran!” Begitu kata mereka.

Sampai-sampai ada yang menutup situsnya dari komentar agar tidak ada link keluar.

Kenyataannya:

“Outbond links itu penting.”

Kenapa?

Begini...

Google didirikan berdasarkan  logika ilmiah kalangan akademisi. Waktu itu  Larry Page, kalau tidak salah, membuat thesis mengenai mesin pencarian terbaik untuk internet.

Menurut si doi, artikel yang baik serupa dengan tesis. Baydeway, tau tesis kan? Semacam skripsi. Tugas akhir kuliah.

Tesis yang bagus akan menjadi rujukan para mahasiswa untuk referensi.

Semakin banyak orang menjadikan tesis tersebut sebagai rujukan, maka artinya tesis tersebut merupakan tesis bermutu tinggi.

Tesis tersebut berada di urutan pertama pencarian referensi bagi para mahasiswa.


Kalau belum ngeh, saya berikan contoh lagi.

Buku yang disebut best-seller adalah buku yang banyak dibaca. Selain itu, buku tersebut bisa jadi rujukan bagi penulis lainnya.

Misalnya buku Laskar Pelangi, buku tersebut banyak mendapat ulasan. Menjadi bahan skripsi para mahasiswa.

Artinya buku tersebut memiliki content yang bermutu tinggi. Bandingkan dengan buku ecek-ecek.... Mana ada mahasiswa apalagi profesor yang mau meliriknya.

Nah,

Atas dasar itulah Google memasukan backlinks sebagai faktor penting. Semakin banyak website yang mengutip atau mencantumkan nama web kita, maka itu artinya web (blog) kita dianggap memiliki mutu yang tinggi.

Atas dasar ini pulalah, para mastah membuat skema links, dummies blog, atau apapun demi mengatakan kepada Google bahwa blog-nya menjadi rujukan blog lain.


Tapi....

 Ini yang paling sering dilupakan oleh banyak orang: Outbond links!

Link keluar. Ya link keluar dari blog kita menuju blog atau website lain.

Ingat ya? Google itu dibangun berdasarkan kemiripan membuat tesis/skripsi.

Tesis dianggap bagus jika menjadi rujukan. Dan...

...jika memiliki rujukan yang baik dan valid.

Intinya: menjadi rujukan dan atau memiliki rujukan.
   

Maka begitu pula dengan blog kita.

Hanya saja,

Jika tidak ada blog lain yang memberikan links kepada kita, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah membuat links menuju blog lain.
Saya berikan contoh.
Jika Anda ingin membuat skripsi tentang puisi Taufiq Ismail, maka anda harus memasukan karya-karya sastrawan besar lainnya di skripsi Anda.

Misalnya buku-buku karya Sapardi Joko Damono, WS. Rendra, dan sastrawan lainnya.

Apa yang mereka katakan tentang Taufiq Ismail? Bagaimana opini mereka terhadap karya-karya beliau?

Mencantumkan opini sastrawan besar akan membuat skripsi Anda berbobot, valid, dan bermutu.

Mencantumkan “cuplikan” kata-kata dari para sastrawan tersebut adalah sama dengan membuat outbond links. Link keluar menuju web dengan Authority yang tinggi.

Jika tidak ada rujukan (baca=outbond links), maka Anda dianggap sekedar mengungkapkan opini tanpa fakta.

Maka sayapun mencoba membuat artikel dengan outbond links...

Saya mencoba 2 artikel dengan mencantumkan outbond links. Saya coba untuk menyelesup ke kata kunci dimana artikel-artikel yang bercokol mengandalkan kekuatan backlinks...

Hasilnya?

Dalam waktu 3 bulan, artikel tersebut bisa berada di posisi #3 dan #5.

Poin Penting!
Buatlah minimal 1 outbond links setiap 800 kata.

Link harus menuju website dengan tema yang sama. Misalnya untuk tema blogging, Anda bisa membuat link ke quicksprout.com, backlinko.com, ataupun neilpatel.com.

Jika travelling, Anda bisa membuat links ke wanderlust.com.

Atau jika tema blog Anda mengenai buku, Anda bisa merujuk ke goodreads.com.

Dan perlu diingat: buatlah link menuju situs dengan Authority tinggi.    

Dua faktor tadi merupakan dua hal yang saya andalkan selama ini. Yaitu durasi waktu dan outbond links.

Itulah cara agar artikel di halaman pertama Google meskipun tanpa backlinks.



Menurut saya, jika blog Anda merupakan blog tutorial maka dua faktor tadi akan sangat penting.


Artikel 400 Kata Bisa Di Halaman Pertama Lho!

Jika membaca banyak artikel mengenai SEO, terutama dari para ahli SEO misalnya Neil Patel, menyatakan bahwa Google lebih menyukai artikel yang panjang. Artikel yang membicarakan suatu topik tertentu dengan sangat mendalam.

Dan memang datanya begitu....

Tapi...

Tidaklah semua yang disarankan oleh para ahli SEO itu benar.

Artikel pendek yang berjumlah 400 katapun masih bisa muncul di halaman pertama. Bahkan artikel percobaan saya bertengger di urutan pertama.

Lagi-lagi pakai tapi...

...[Tapi] ada rahasia tertentu di dalamnya.

Yakni, penempatan internal link yang benar.

Saya akan jelaskan...

Bukan sekarang. Nanti saja ya. Perut saya sudah tidak bisa diajak kompromi. Saya harus memprioritaskan perut saya dulu.

Insha Allah jika mood saya baik, saya pasti akan bahas di kesempatan lain.

Begitu dulu ya.

Mudah-mudahan artikel Anda bisa muncul di halaman pertama! 


Demikian penjelasan tentang Cara Simple Artikel Di Halaman Pertama Tanpa Backlinks, semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan Teman Blogger tentang SEO Tradisional, meski kita sadar bahwa saat ini algoritma mesin pencari google telah berkembang jauh, namum percayalah bahwa tradisional SEO sampai saat ini masih bisa bekerja dengan baik. Sekian dan tengkiu...

Thank To +gina hayana Untuk Artikelnya....

58 comments:

  1. Sip gan . Bagus banget artikelnya dan sangat bermanfaat sekali untuk saya ga,,, Terimakasih ya..

    ReplyDelete
  2. outbound link itu link yang kita beri ke website lain kah? Belum terlalu ngerti antara backlink outbound link, inbound link...

    ReplyDelete
    Replies
    1. btw, blog y sudah saya follow yak...

      Delete
    2. Simpelnya...

      Link Outbound = Link yang menuju situs lain
      Link Inbound = Link yang menuju ke situs kita

      Delete
    3. Ok...
      Siap folback...
      Salam kenal...

      Delete
  3. Untuk penerapan SEO pada konetnt website kita tanpa backlink memang harus diupayakan membangunya secara relevan, namun untuk mencpai titik sasaran hal yang tidak mudah dilakukan dengan secara tradsional salah satunya biasnya selalu update secara natural ya mas ?

    Dan kalau ngomong SEO banyak hal sih yang harus di perhatikan, terutama dalam hal isi jeroan webistenya yang hingga sekarang banyak rumusan yang bisa diterapkan dalam dasar membangun sebauh blog atau websiet yang kita kelola.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mas...
      Update konten secara natural akan membantu blog kita untuk mendapat traffik secara natural pula dan hal ini sangat baik untuk reputasi blog kita di mata search engine ataupun visitors...

      Metode SEO emang banyak banget Mas...
      Namun kita harus jeli untuk penerapannya, dengan kata lain harus disesuaikan dengan kebutuhan blog kita ya...

      Delete
  4. terlanjur kesini...ya udah komentar lagi ajah ah di cara simpel tanpa backlink dah ah...walaupun jengkel selalu saja kudu duluan ajah saya teh kesini, walaupun belum tentu bewe balik pak admin yang ganteng (sedikit) teh...huh
    dipermaklum blog keren sih ini mah, blog saya mah apah atuh (bahasa nyindir)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaaha....

      Mani sensi si akang...
      Siga awewe ker PMS...
      Blog boleh keren tapi traffik eleh ku blog cilembu tea...

      Delete
  5. wkwkwkwk....terlalu si agan, sampai di buat betah nongkrong di sini. yo wes lah. saya bikin kopi dulu, mau nongkrong, kayaknya bikin betah nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha...
      Kalau udah penuh jangan lupa geser Kang....
      Jangan lupa cemilannya....

      Delete
  6. Tapi jarang juga sih yang lama - lama,,, paling pembaca baca point yang pentingnya aja,, atau dicopas,, disimpen terus dibaca lagi dirumah,,, soalnya kadang - kadang pengunjung juga suka pengenya yang cepet dan enggak bertele2 heheh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karakteristik pengunjung emang susah ditebak Mas...

      Delete
  7. mungkin kang wahab yang dulu, sekarang saya alami, sampai sekarang saya belum memahami berbagai macam istilah di seo, apalagi mengaplikasikannya. saya skg malah lebih fokus pada nulis dan nulis

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sambil berjalan aja kang...
      Lama-lama juga bakalan paham...

      Delete
  8. saya comot satu dulu biar biar praktekan dulu kali ya. durasi. okeh mas.
    mikir dulu nih mas

    ReplyDelete
  9. jadi penasaran semunya deh. ilmu banget nih mas.

    ReplyDelete
  10. Hmm sepertinya bagus nih buat dicoba okeh terima kasih ya mas untuk infonya sangat bermanfaat sekali.

    ReplyDelete
  11. Jadi tanpa backlink yaa kalo mau ke index di ggogle page one

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mas,,,
      Ini teknik SEO tradisional...

      Delete
  12. Ow ternyata gini ya, saya baru tahu mas hehehe...
    Terima kasih ilmunya...

    ReplyDelete
  13. artikel bagus mas, lumayan buat nambah2 pengetahuan SEO saya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamd... klo emang bermanfaat Mas...

      Delete
  14. Keren nih kang, jadi mulai sekarang tidak perlu backling lagi ya kang, kan sudah ada cara ini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Kang...
      Ini alternatif sekaligus solusi buat yang gak suka sama backlinks...

      Delete
  15. membaca secara perlahan caranya sangat simpel untuk jadi yang pertama di serp ya mang, patut dicobain nih ilmunya.
    haturnuhun dan kecup basah ah dikit

    ReplyDelete
  16. keren nih artikelnya wahab, ditunggu ya lanjutannya
    mayan lama baca sampek bawah jadi durasinya lumayan juga ya nongkrong dimarih :D

    ReplyDelete
  17. ngebaca tulisannya
    ketauan Bang Wahab ini orangnya telaten.

    ReplyDelete
  18. wah udah lama gak belajar SEO lagi ketinggalan banyak nih aku mas wahab hihihi...selama ini cm fokus nulis aja, lama2 males mikirin SEO wkwkkw...maklum isinya blog tsurhat :D
    btw makasih ilmunya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah enaknya punya blog yang isinya curhat Han...
      Gak pusing mikirin SEO....

      Delete
  19. Google cerdas sekali ya mas dengan memunculkan rankbrain, bisa mendeteksi kesukaan pembaca. Saya jadi tahu kriteria artikel yang disukai rankbrain di sini.
    Artikelnya harus "pinter merayu" juga ya..:)
    Boleh dicoba nih mas agar bisa bertengger di papan atas, tp sepertinya saya belum bisa secara teknikal bagimana taktik lainnya yang digunakan para pecinta seo. Tp dari ulasan di atas saya harus membaca lebih banyak di sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya kita harus mencoba Mas...
      Karena dengan mencoba kita bakalan tau sejauh mana kemampuan kita...

      Delete
  20. Selain ini ada tekhnik lain gak gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada...
      Coba buat artikel dengan format paragraf yang mirip sama artikel ini...

      Delete
  21. Tekhnik ini bisa di coba dengan artikel yang sedikit gak mas jumlah katanya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk hasil yang memuaskan sebaiknya lebih dari 300 kata Mas...

      Delete
  22. artikelnya panjang.. mantap
    tapi ternyata tekniknya cuman tanpa backlink..
    teknik baru ini.. bisa dicoba sob

    ReplyDelete
  23. Abis baca panjang2 eh malah salah fokus ke foto yang di bawah ,, haduuh

    ReplyDelete
  24. *baca ini sambil ngangguk-ngangguk* makasi infonya ya Maaas

    ReplyDelete
  25. Wah, banyak amat ya, ada 200 faktor yang mempengaruhi posisi artikel kita di Google. Ternyata mobile friendly pun masuk dalam hitungan, menandakan betapa internet sekarang udah banyak banget diakses lewat smartphone. Kekuatan akses mobile sangat penting.

    Wow hebat, Google menyempurnakan artikel pencariannya berdasarkan manusia. Yang tentang Rankbrain itu keren juga, dan durasi membaca adalah sinyal penting untuk si Rankbrain ini. Entah deh artikel gua di blog selama ini bisa bikin pembaca betah apa ngga, semoga aja iya hehe :p

    Thanks ilmunya, plus ada penjelasan outbound link dan inbound link segala. Makasih. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kita nggak mau tertinggal, kita harus peka sama perubahan dan ketentuan google cuma dengan cara ini kita bisa tetap bersaing dengan blogger lainnya...

      Sama-sama senang bisa berbagi...

      Delete
  26. mantab gan ,, artikelnya... boleh di share yaa... mau tak baca, cz, blm slsy membacanya... hhe

    ReplyDelete
  27. Nah tulisan yg begini saya suka, wahab.
    ringan, bahasanya enjoy. terus sesuai pemahaman pribadi menulisnya.
    tapi aku belum bisa praktekkan, :( huhu. nulis itu memang hrus konsisten dannnn... :'(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pelan-pelan aja Yu...
      Nanti juga bisa....

      Delete

Jangan titip link.....saya pasti berkunjung balik....
Beri tahu saya di kotak komentar kalau sobat sudah Follow Blog ini, agar saya bisa segera Folback dan tidak ketinggalan Update artikel dari blog sobat...!!!