Selain Wisman Butter, Inilah Rekomendasi Merk Butter Berkualitas Lainnya


Mentega pada dasarnya termasuk salah satu produk olahan dari susu yang juga begitu populer di pasaran, ia dibuat dari lemak susu sapi, sehingga nantinya menghasilkan aroma yang khas dan bisa menambah cita rasa makanan menjadi jauh lebih gurih dibandingkan dengan sebelumnya. Banyak sekali orang-orang yang selalu menambahkan atau mengaplikasikan produk mentega yang satu ini dalam setiap hidangan yang mereka buat. Beberapa merk yang cukup terkenal dan bisa Anda jadikan sebagai pertimbangan diantaranya adalah Wisman butter.

Wijsman Butter


Nama Wisman ini sendiri tentunya tidak begitu asing lagi bagi sebagian orang. Mengingat jika dilihat produk keluarannya memang sudah ada sejak lama. Bahkan dengan berbagai macam varian yang masih sangat eksis hingga saat ini bagi ibu-ibu di Indonesia. Selain Wisman butter ini sendiri, sebenarnya ada beberapa merk mentega lainnya dengan kualitas yang tidak kalah bagus bahkan harganya juga terjangkau, diantaranya adalah:

  1. Anchor, produk makanan keluaran dari brand ini tergolong cukup banyak, diantaranya adalah mentega yang dikenal karena rasanya yang begitu nikmat, sangat khas. Produk keluaran dari luar negeri ini cukup banyak tersedia di pasaran Indonesia jika memang ingin membelinya sangatlah mudah.
  2. Lurpak, jika ingin menikmati butter dengan cita rasa khas Denmark, maka ini adalah pilihan terbaiknya. Produk mentega premium ini sendiri sudah tersedia di pasaran Indonesia, premium dengan berbagai macam varian yang dapat dibeli sesuai dengan kebutuhan.
  3. Orchid butter, ada 2 jenis mentega yang dijual oleh merk tersebut, diantaranya adalah mentega putih atau tawar dan juga mentega asin, dibuat dari susu sapi berkualitas, sehingga menciptakan cita rasa yang nikmat. Cocok sebagai bahan tambah berbagai macam produk makanan buatan Anda.
  4. Blue Triangle, brand ini memang masih baru, jika dibandingkan dengan merk-merk butter yang lainnya, namun jika berbicara mengenai kualitas jangan dipandang sebelah mata, rasanya khas sangat enak dan dijual dengan harga relatif terjangkau.

Ada banyak pilihan merk lain selain harga mentega Wisman dan tidak ada salahnya mencoba yang lainnya.


31 Hak Anak Menurut UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak

31 HAK ANAK berdasarkan ( Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak )
Dari 5 KLUSTER HAK ANAK (KONVENSI HAK ANAK) dalam program Kota Layak Anak

1.Hak sipil dan kebebasan.
2.Lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif.
3.Kesehatan dasar dan kesejahteraan.
4.Pendidikan,pemanfaatan waktu luang dan kegiatan seni budaya.
5.Perlindungan khusus.

Maka kita dapat jabarkan secara secara detail tentang hak-hak anak, khususnya  dari usia 0 sampai18 tahun. Berikut adalah :

hak anak-anak indonesia


31 hak anak antara lain : 

#untuk
1.Hak untuk bermain 2.Hak untuk berkreasi
3.Hak untuk berpartisipasi
4.Hak untuk berhubungan dengan orang tua bila terpisahkan
5.Hak untuk bebas beribadah menurut agamanya
6.Hak untuk bebas berkumpul
7.Hak untuk bebas berserikat
8.Hak untuk hidup dengan orang tua
9.Hak untuk kelangsungan hidup,tumbuh,dan berkembang

#untukmendapatkan
10.Hak untuk mendapatkan nama
11.Hak untuk mendapatkan identitas
12.Hak untuk mendapatkan kewarganegaraan
13.Hak untuk mendapatkan pendidikan
14.Hak untuk mendapatkan informasi
15.Hak untuk mendapatkan standar kesehatan paling tinggi
16.Hak untuk mendapatkan standar hidup yang layak

#untukmendapatkanperlindungan
17.Hak untuk mendapatkan perlindungan pribadi
18.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari tindakan penangkapan sewenang-wenang
19.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari perampasan kebebasan
20.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari perlakuan kejam,hukuman,dan perlakuan tidak manusiawi
21.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari siksaan fisik dan non fisik
22.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari penculikan,penjualan,perdagangan atau trafiking
23.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi seksual dan kegunaan seksual
24.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi/penyalahgunaan obat-obatan
25.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi sebagai pekerja anak
26.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari eksploitasi sebagai kelompok minoritas/kelompok adat terpencil
27.Hak untuk mendapatkan perlindungan dari pemandangan atau keadaan  yang menurut sifatnya belum layak dilihat anak
28.Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus,dalam situasi genting/darurat
29.Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus sebagai pengungsi/orang  yang terusir/tergusur
30.Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus,jika mengalami konflik hukum
31.Hak untuk mendapatkan perlindungan khusus,dalam konflik konflik bersenjata atau konflik sosial


3 Fokus Utama RPTRA Kota Layak Anak, PKK, KB

A. KLA

Kabupaten/Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha, yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam kebijakan, program dan kegiatan untuk menjamin pemenuhan hak dan perlindungan anak.

KLASTER Dalam KLA

KELEMBAGAAN

KLASTER I
Hak Sipil dan Kebebasan

KLASTER II
Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif

KLASTER III
Kesehatan Dasar dan Kesejahtraan

KLASTER VI
Pendidikan, Pemanfaatan Waktu Luang, dan Kegiatan Budaya

KLASTER V
Perlindungan Khusus

B. PKK----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, disingkat PKK, adalah organisasi kemasyarakatan yang memberdayakan wanita untuk turut berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. PKK terkenal akan "10 program pokok"-nya.

10 Program Pokok PKK

10 Program Pokok PKK pada hakekatnya merupakan kebutuhan dasar manusia, yaitu :
1. Penghayatan dan Pengamalan Pancasila
2. Gotong Royong
3. Pangan
4. Sandang
5. Perumahan dan Tatalaksana Rumah Tangga
6. Pendidikan dan Ketrampilan
7. Kesehatan
8. Pengembangan Kehidupan Berkoperasi
9. Kelestarian Lingkungan Hidup
10.Perencanaan Sehat

C. KB------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Keluarga berencana (disingkat KB) adalah gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran. Itu bermakna adalah perencanaan jumlah keluarga dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi atau penanggulangan kelahiran seperti kondom, spiral, IUD, dan sebagainya.

Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua. Gerakan ini mulai dicanangkan pada tahun akhir 1970-an.

Tujuan keluarga berencana

Tujuan keluarga berencana di Indonesia adalah:

Tujuan umum
Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk.

Tujuan khusus
  • Meningkatkan jumlah penduduk untuk menggunakan alat kontrasepsi.
  • Menurunnya jumlah angka kelahiran bayi.
  • Meningkatnya kesehatan keluarga berencana dengan cara penjarangan kelahiran


Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau Sering Disebut RPTRA

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak atau juga dikenal dengan singkatan RPTRA adalah konsep ruang publik berupa ruang terbuka hijau atau taman yang dilengkapi dengan berbagai permainan menarik, pengawasan CCTV, dan ruangan-ruangan yang melayani kepentingan komuniti yang ada di sekitar RPTRA tersebut, seperti ruang perpustakaan, PKK Mart, ruang laktasi, dan lainnya. RPTRA juga dibangun tidak di posisi strategis, namun berada di tengah pemukiman warga, terutama lapisan bawah dan padat penduduk, sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh warga di sekitar.

RPTRA, yang diinisiasi oleh Pemprov DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama dibangun sebagian besarnya dengan menggunakan sumbangan dana Corporate Social Responsibility. Peran pemprov biasanya dengan menyediakan lahan. Biaya pembangunan biasanya berkisar 400-750 juta dari pihak swasta. Proses pembangunan, pengawasan, dan pemeliharaan RPTRA juga melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan perawatan taman juga dilakukan oleh masyarakat di sekitar RPTRA dan dikoordinir oleh ibu-ibu PKK. Harapannya, RPTRA bisa ikut membantu kota DKI Jakarta untuk bisa meraih status kota layak anak sekaligus menyediakan ruang terbuka hijau bagi publik.

ruang publik terpadu ramah anak


Ditargetkan pada tahun 2017, sebanyak 300 RPTRA telah terbangun di seluruh Jakarta.

Tujuan RPTRA:
  • Menyediakan ruang terbuka untuk memenuhi hak anak agar anak dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan;
  • Menyediakan prasarana dan sarana kemitraan antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam memenuhi hak anak;
  • Menyediakan prasarana dan sarana kota sebagai Kota Layak Anak;
  • Menyediakan prasarana dan sarana uniuk pelaksanaan kegiatan 10 (sepuluh) program pokok PKK; Meningkatkan pencapaian ruang terbuka hijau dan tempat penyerapan air tanah; dan Meningkatkan prasarana dan sarana kegiatan sosial warga termasuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan Kader PKK.


Fungsi RPTRA:

Taman terbuka publik;Wahana permainan dan tumbuh kembang anak;Prasarana dan sarana kemitraan
antara Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam memenuhi hak anak;Bagian dari prasarana dan sarana Kota Layak Anak;Ruang terbuka hijau dan tempat penyerapan air tanah;Prasarana dan sarana kegiatan sosial warga termasuk pengembangan pengetahuan dan keterampilan Kader PKK;Usaha peningkatan pendapatan keluarga;Pusat informasi dan konsultasi keluarga;Halaman keluarga yang asri teratur indah dan nyaman; dan Sistem informasi manajemen.

Pada RPTRA dilaksanakan layanan :

Anak, yang terdiri dari :Bina Keluarga Balita Pendidikan Anak Usia Dini (BKB-PAUD);Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu);Perpustakaan anak;Tempat berolah raga;Tempat bermain; danKegiatan kreatif anak.Masyarakat, yang terdiri dari :Kegiatan 10 (sepuluh) program pokok PKK;PKK-Mart;Kegiatan masyarakat yang tidak berpotensi mengakibatkan kerusakan taman dan/atau prasarana dan sarana yang ada:Olah raga; danKegiatan kesenian.Kebencanaan, yang terdiri dari tempat mengungsi sementara saat banjir, kebakaran, serta bencana lainnya.